Perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan pendidikan, entah itu baik maupun buruk. Perkembangan ini menuntut perubahan pola pikir tenaga pengajar agar dapat memberikan pembelajaran baru dan sesuatu yang maksimal bagi anak didiknya. Dalam menjalankan pembelajaran – pembelajaran yang baru, tenaga pendidik dituntut mampu mencukupi “kebutuhan” peserta didik dalam berbagai bidang kehidupan. Readmore...
Pelajaran matematika juga dalam pelaksanaan pendidikan diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan pada jenjang Perguruan Tinggi (PT) juga masih diberikan pelajaran matematika untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerjasama untuk bekal masa depan mereka dalam kehidupan masyarakat nantinya.. Readmore...
Mathematics as subject that supply the student to has ability thinks reasonable, analytical, systematic, critical and creative with can to cooperate with friend coeval it. mathematics teaches calculation, measurement, determine a value that applicable in life a days.in other matter methematics assumed a large part student is lesson that boring, difficult, frightened and or many terms other negative valuable. student considers that mathematics many contain formulas and complex calculation so that has made students think negative about mathematics. Readmore...
Kemajuan zaman haruslah diiringi dengan perkembangan, tak terkecuali dalam proses belajar mengajar. Model pembelajarannya haruslah diubah, meskipun model itu sudah ditemukan sebelumnya, tapi jika belum pernah digunakan dan dirasa cocok untuk diterapkan, maka haruslah model itu di diterapkan. Readmore...
Dewasa ini dunia pendidikan tengah
disibukkan untuk menghadirkan inovasi dalam proses belajar mengajar. Karena
model pembelajaran yang dipakai selama ini sudah tidak cocok lagi untuk
dipakai.
Hal
ini terlihat dari menurunnya minat dan kreativitas siswa untuk bereksperimen
dan menemukan hal – hal baru. Oleh karena itu, peran tenaga pengajar khususnya
guru dituntut untuk dapat menerapkan model – model pembelajaran yang belum
pernah diterapkan sebelumnya agar siswa memiliki semangat baru dalam belajar untuk kemudian dapat meningkatkan bakat dan
kreativitas mereka.
Untuk
itu, dalam makalah ini, penulis hendak membahas model pembelajaran open ended. Karena model pembelajaran open ended ini dianggap cocok untuk
diterapkan dalam proses belajar – mengajar yang menekankan pada kreativitas
peserta didik.
Rumusan masalah
1.Apakah
model pembelajaran open ended itu?
2.Apakah
tujuan model pembelajaran open ended?
3.Apakah
kelebihan dan kekurangan model open ended
?
4.Output
apakah yang diharapkan setelah menerapkan model pembelajaran open ended?
Tujuan
1.Mengetahuiapa itu model pemebelajaran open ended.
2.Mengetahui
tujuan dari model pembelajaran open ended.
3.Mengetahui
kelebihan dan kelemahan model pembelajaran open
ended.
4.Mengetahui
dan memahami output yang diharapkan setelah model ini diterapkan.
BAB II
PEMBAHASAN
Kemajuan zaman haruslah diiringi dengan
perkembangan, tak terkecuali dalam proses belajar mengajar. Model
pembelajarannya haruslah diubah, meskipun model itu sudah ditemukan sebelumnya,
tapi jika belum pernah digunakan dan dirasa cocok untuk diterapkan, maka
haruslah model itu di diterapkan.
Pembelajaran Open Ended
Menurut
(Shimada dalam Erman Suherman dkk, 2003) dalam pembelajaran matematika,
rangkaian dari pengetahuan, keterampilan, konsep, prinsip, atau aturan
diberikan kepada siswa biasanya melalui langkah demi langkah. Tentu saja
rangkaian ini diajarkan tidak sebagai hal yang terpisah atau saling lepas, namun
harus disadari sebagai rangkaian yang terintegrasi dengan kemampuan dan sikap
dari setiap siswa sehingga dalam pikirannya akan terjadi pengorganisasian
intelektual yang maksimal.
Open
ended adalah suatu model pembelajaran yang
diformulasikan memiliki multi jawaban (mempunyai beberapa penyelesaian) atau
sering disebut juga problem tak lengkap atau problem terbuka.
Model ini dimulai dengan memberikan
problem terbuka pada siswa dan selanjutnya kegiatan pembelajaran harus membawa
siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin juga jawaban
(yang benar).
Tujuan Pembelajaran Open Ended
Tujuan pembelajaran (Nohda dalam Erman
Suherman dkk, 2003) adalah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan
pola pikir matematis siswa melalui problem solving yang simultan. Dengan
kata lain, kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa harus dikembangkan
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap siswa. Hal yang dapat digaris
bawahi adalah perlunya memberi kesempatan siswa untuk berpikir dengan bebas
sesuai dengan minat dan kemampuannya. Aktivitas kelas yang penuh dengan ide-ide
matematika ini pada gilirannya akan memacu kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Dari prespektif diatas, pendekatan open ended menjanjikan suatu kesempatan kepada siswa
untuk menginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai dengan
kemampuan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya adalah agar kemampuan berfikir
siswa dapat berkembang secara maksimal dan pada saat yang sama kegiatan –
kegiatan kreatif dari setiap siswa terkomunikasi melalui proses belajar
mengajar.
Dengan
demikian model pembelajaran open ended merupakan
pembelajaran terbuka.
Kegiatan
matematika dan kegiatan siswa disebut terbuka jika memenuhi aspek-aspek:
1.Kegiatan
siswa harus terbuka
Yang dimaksud kegiatan siswa harus
terbuka adalah kegiatan pembelajaran harus mengakomodasi kesempatan siswa untuk
melakukan segala sesuatu secara bebas sesuai kehendak mereka.
2.Kegiatan
matematika adalah ragam berpikir.
Kegiatan matematik adalah kegiatan
yang di dalamnya terjadi proses pengabstraksian dari pengalaman nyata dalam
kehidupan sehari-hari ke dalam dunia matematika atau sebaliknya. Pada dasarnya
kegiatan matematika akan menggunakan proses manipulasi dan manifestasi dalam
dunia matematika. Jika proses penyelesaian suatu problem menggunakan prosedur
dan proses diversifikasi
dan generalisasi, kegiatan
matematika dalam pemecahan masalah seperti ini dikatakan terbuka.
3.Kegiatan
siswa dan kegiatan matematika merupakan satu kesatuan.
Dalam pembelajaran matematika, guru
diharapkan dapat mengangkat pemahaman siswa bagaimana memecahkan permasalahan
dan perluasan serta pendalaman dalam berpikir matematika sesuai dengan
kemampuan individu. Meskipun pada umumnya guru akan mempersiapkan dan
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan pengalaman dan pertimbangan
masing-masing. Guru bisa membelajarkan peserta didik melalui kegiatan-kegiatan
matematika tingkat tinggi yang sistematis dan melalui kegiatan-kegiatan
matematika yang mendasar untuk melayani siswa yang kemampuannya rendah.
Pada dasarnya model pembelajaran open ended bertujuan untuk mengangkat
kegiatan kreatif siswa dan berpikir matematika secara simultan. Oleh karena itu
hal yang paling perlu diperhatikan adalah kebebasan siswa untuk berfikir dalam
membuat progress pemecahan sesuai dengan kemampuan, sikap, dan minatnya
sehingga pada akhirnya akan membentuk intelegensi matematika siswa
Beberapa
hal yang dapat dijadikan acuan dalam mengkreasi problem pada open ended :
1.Sajikan
permasalahan melalui situasi fisik yang nyata sehingga konsep-konsep matematika
dapat diamati.
2.Soal-soal
pembuktian dapat diubah sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan hubunga
dan sifat-sifat dari variabel dalam persoalan itu.
3.Sajikan
bentuk-bentuk atau bangun-bangun (geometri) sehingga siswa dapat membentuk
konjektur.
4.Sajikan
urutan bilangan atau tabel sehingga siswa dapat menemukan aturan matematika.
5.Berikan
beberapa-beberapa masalah konkrit dalam beberapa katagori sehingga siswa dapat
mengkolaborasi sifat – sifat dari contoh itu untuk menemukan sifat – sifat
umum.
6.Berikan
beberapa latihan serupa sehingga siswa dapat menggeneralisasi dari
pekerjaannya.
Dengan demikian, pendekatan open ended menjanjikan
suatu kesempatan kepada siswa untuk mengivestigasi berbagai strategi dan cara
yang diyakininya sesuai dengan kemampuan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya
tiada lain adalah agar kemampuan berpikir matmatika siswa dapat berkembang
secara maksimal dan pada saat yang sama kegiatan-kegiatan kreatif dari setiap siswa
terkomunikasikan melalui proses belajar mengajar.
Kelebihan Dan
Kekurangan Open Ended
a.Kelebihan Open Ended
ØSiswa
berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresika ide.
ØSiswa
memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan
keterampilan matematik secara komprehensif.
ØSiswa
dengan kemampuan matematika rendah dapat merespon permasalahan dengan cara
mereka sendiri.
ØSiswa
secara instrinsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan.
ØSiswa
memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.
b.Kelemahan
Open Ended
ØMembuat
dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan
yang mudah. Guru kurang memiliki alat evaluasi untuk penyelesaian berbeda dari
siswa atau kemampuan untuk meningkatkan level tertinggi dari pemecahan masalah.
ØMengemukakan
masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa
yang mengalami kesulitan bagaimana merespons permasalahan yang diberikan.
ØSiswa
dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka.
ØKemungkinan
ada sebagian siswa merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan
karena kesulitan yang mereka hadapi.
Langkah Pembelajaran Open Ended :
a.Kegiatan
Awal
1.Guru
melakukan tanya jawab untuk mengecek pengetahuan prasyarat dan keterampilan
yang dimiliki siswa.
2.Guru
menginformasikan kepada siswa materi yang akan mereka pelajari dan kegunaan
materi tersebut.
b.Kegiatan
Inti
1.Memberi
Masalah
Guru memberi masalah open ended yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.
2.Mengeksplorasi
Masalah
Waktu mengeksplorasi masalah dibagi dua sesi. Sesi
pertama digunakan untuk bekerja secara individual untuk menyelesaikan masalah. Pada
sesi kedua siswa bekerja secara kelompok untuk mendiskusikan hasil pekerjaan
individunya.
3.Merekam
Respon Siswa
Guru meminta beberapa orang siswa sebagai wakil dari
beberapa kelompok untuk mengemukakan hasil diskusi. Siswa diharapkan merespon
masalah dengan berbagai cara atau penyelesaian dan guru merekamnya.
4.Pembahasan
Respon Siswa (diskusi kelas)
Guru mencatat respon siswa, pendekatan atau solusi
masalah mereka dan menulis sebanyak mungkin kemungkinan respon siswa dan
mendaftarnya. Kemudian guru mengelompokan siswa sesuai dengan sudut pandang
tertentu. Dalam proses diskusi kelas guru mendorong siswa agar memberikan
jawaban dan kesimpulan konsep yang diajarkan.
5.Meringkas
apa yang dipelajari
Hasil diskusi kelas disimpulkan, kemudian guru
memberikan soal-soal lain yang berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari
dan siswa diminta mengerjakannya baik secara individu maupun kelompok.
c.Kegiatan
Akhir
1.Guru
memberikan soal-soal untuk dikerjakan dirumah.
2.Guru
memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya.
Orientasi pendekatan Open Ended dalam pembelajaran
matematika.
I.Mengkontruksi
Problem
Melalui
penelitian yang panjang di Jepang, ditemukan beberapa hal yang dapat dijadikan
acuan dalam mengkreasikan problem tersebut, diantaranya:
1.Sajikan
permaslahan melalui situasi fisik yang nyata dimana konsep – konsep matematika
dapat diamati dan dikaji siswa
2.Soal
– soal pembuktian dapat diubah sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan
hubungan dan sifat – sifat dari variabel dalam persoalan itu
3.Sajikan
bentuk – bentuk atau bangun – bangun ( geometri ) sehingga siswa dapat suatu
konjektur
4.Sajikan
urutan bilangan atau tabel sehingga siswa dapat menemukan aturan matematika
5.Berikan
beberapa contoh konkritdalam beberapa
kategori sehingga siswa bisa mengelaborasi sifat – sifat dari contoh itu untuk
menemukan sifat – sifat yang umum
6.Berikan
beberapa latihanserupa sehingga siswa
dapat menggeneralisasi dari pekerjaannya
II.Mengembangkan
Rencana Pembelajaran
Setelah guru mengkontruksi problem
dengan baik, tiga hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran sebelum
problem itu ditampilkan dikelas adalah :
1.Apakah
problem itu kaya dengan konsep – konsep matematika dan berharga?
Problem harus
mendorong siswa untuk berpikir dari berbagai sudut.
2.Apakah
level matematika dari problem itu cocok untuk siswa?
Pada saat siswa
menyelesaikan problem open ended,
mereka harus menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang telah mereka punyai.
3.Apakah
problem itu mengundang pengembangan konsep matematika lebih lanjut?
Problem harus memiliki
keterkaitan atau dihubungkan dengan konsep – konsep matematika yang lebih
tinggi sehingga dapat memacu siswa untuk berpikir tingkat tinggi.
Apabila kita telah memformulasi
problem mengikuti criteria yang telah dikemukakan, langkah selanjutnya adalah
mengembangkan rencana pembelajaran yang baik. Pada tahap ini hal – hal yang
harus diperhatikan adalah sebagai berikut.
a.Tuliskan
respon siswa yang diharapkan
Siswa
diharapkankan merespon problem open ended
dengan berbagai cara. Oleh karena itu guru harus menuliskan daftar antisipasi
respon siswa terhadap problem.
b.Tujuan
dari problem ini diberikan harus jelas
Guru
harus memahami peranan problem itu dalam keseluruhan rencana pembelajaran.
c.Sajikan
problem semenarik mungkin
Konteks
permasalahan yang diberikan harus dikenal baik oleh siswa dan harus
membangkitkan semangat intelektual.
d.Lengkapi
prinsip ‘ posing problem ‘ sehingga siswa memahami dengan mudah maksud dari
problem itu
Problem
harus diekspresikan sedemikian sehingga siswa dapat memahaminya dengan mudah
dan menemukan pendekatan pemecahannya.
e.Berikan
waktu yang cukup kepada siswa untuk mengekplorasi problem
Kadang
– kadang waktu yang dialokasikan tidak cukup dalam menyajikan problem, memecahkannya,
mendiskusikan pendekatan dan penyelesaian, dan merangkum apa yang telah siswa
pelajari. Oleh karena itu, guru harus memberikan waktu yang cukup kepada siswa
untuk mengeksplorasi problem.
Output Pembelajaran Open Ended
Setiap model maupun pendekatan dalam
pembelajaran pastilah memiliki tujuan. Dimana tujuan tersebutyang nantinya digunakan sebagai tolok ukur
apakah model atau pendekatan itu dapat dikatakan berhasil atau tidak.
Tujuan
yang akan menentukan output dalam suatu proses. Output dalam model pembelajaran
open ended ini tak lepas dari tujuan awal dilakukannya
pendekatan. Meningkatnya bakat, minat, serta kreatifitaslah yang merupakan
tujuan utama pendekatan ini.
Jadi output yang dihasilkan dari
pendekatan ini adalah siswa yang memiliki kreatifitas, bakat, dan minat yang
tinggi dalam pembelajaran matematika, yang nantinya hal ini dapat membantu
siswa dalam pengerjaan soal – soal yang diberikan oleh guru.
DAFTAR PUSTAKA
Suherman,
Erman, dkk. 2003. Strategi Pembelajaran
Matematika Kontemporer. Bandung : UPI
Novikasari,
Ifada. 2009. Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Pembelajaran
Matematika Open-ended di Sekolah Dasar. INSANIA
14. 346 – 364.
Sulianto, Joko. 2011. Keefektifan Model Pembelajaran
Konstektual Dengan Pendekatan Open Ended Dalam Aspek
Penalaran Dan Pemecahan Masalah Pada Materi Segitiga di Kelas VII. 1. 18
– 41.
Setiamihardja, Realin,
Kusmiyati. 2007. Pendekatan Open Ended dalam
Pembelajaran
Matematika
di Sekolah Dasar.
Soongswang, Amporn, Yosawee Sanohdontree. 2007. OPEN-ENDED EQUITY MUTUA FUNDS. International Journal of Business and Social Science 2. 127 – 136.
Pongpullponsak, Adisak, Jirapon
Kulchantawit. -. The
Open-Ended Problem Solving in Mathematics Class of Grade 6 Students. 6. 60 – 67.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dewasa ini menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan
pendidikan, entah itu baik maupun buruk. Perkembangan ini menuntut perubahan
pola pikir tenaga pengajar agar dapat memberikan pembelajaran baru dan sesuatu
yang maksimal bagi anak didiknya. Dalam menjalankan pembelajaran – pembelajaran
yang baru, tenaga pendidik dituntut mampu mencukupi “kebutuhan” peserta didik
dalam berbagai bidang kehidupan.
Kebutuhan
yang dimaksud adalah kebutuhan yang menyangkut proses di lingkungan pendidikan
untuk kemudian dapat diaplikasikan dalam lingkungan masyarakat. Keseimbangan antara
ilmu dan rasa pada akhirnya akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi
peserta didik.
RUMUSAN MASALAH
·Apakah psikologi belajar itu ?
·Apa sajakah teori yang berkaitan dengan
psikologi belajar ?
·Apa sajakah metodenya ?
·Apakah manfaat psikologi belajar dalam
pembelajaran itu ?
TUJUAN
·Mengetahui apa itu psikologi belajar.
·Memahamai tentang berbagai macam teori
belajar dan metodenya.
·Mengetahui manfaat penerapan psikologi
belajar dalam proses pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian
Psikologi belajar terdiri dari dua
penggalan kata yaitu psikologi dan belajar. Psikologi berasal dari bahasa
Yunani yaitu “psyche” yang berarti “jiwa” dan “logos” yang berarti “ilmu”.
Dengan demikian secara harpiah psikologi dapat diartikan ilmu jiwa.
Bermacam – macam
definisi psikologi yang satu sama lain berbeda , diantaranya :
1.Psikologi
adalah ilmu mengenai kehidupan mental ( the
science of mental life )
2.Psikologi
adalah ilmu mengenai pikiran ( the
science of mind )
3.Psikologi
adalah ilmu mengenai tingkah laku ( the
science of behavior )
Menurut
Crow and Crow , psicology is the study of
human behavior and human relationship . Psikologi adalah tingkah laku
manusia , yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya .
Pengertian
“ tingkah laku ” meliputi tingkah laku yang nyata ( eksplisit : terbuka )
seperti berbicara , membaca , tertawa , melompat , dsb . Sedangkan tingkah laku
yang tidak nyata ( implicit : tertutup ) seperti berpikir , mengingat ,
merasakan , menghendaki , dsb .
Psikologi
lebih banyak dikaitkan sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku
manusia , alasan dan cara mereka melakukan sesuatu , dan juga memahami
bagaimana manusia berpikir dan berperasaan .
Sedangkan
belajar dapat diartikan sebagai suatu perubahan yang terjadi dalam diri
seseorang mengenai hal-hal yang bermanfaat baginya melalui interaksi dengan
lingkungan sekitarnya. Aktivitas yang yang dipahami sebagai serangkaian
kegiatan jiwa raga , psikofisik , menuju ke perkembangan pribadi individu
seutuhnya yang menyangkut unsur cipta ( kognitif ) , rasa ( afektif ) , dan
karsa ( psikomotor ) . Perkembangan dalam arti belajar disini dipahami sebagai
“ perubahan “ yang relative permanen pada aspekpsikologis .
Jadi berdasarkan
pengertian tersebut, dapat diartikan bahwa psikologi belajar adalah suatu ilmu
jiwa yang berisi teori – teori mengenai belajar , tentang bagaimana cara
individu belajar atau melakukan pembelajaran.
A. Teori – Teori Belajar
1.Teori Belajar Behavioristik
Menurut
pandangan ini, belajar adalah perubahan tingkah laku, dengan cara seseorang
berbuat pada situasi tertentu. Yang dimaksud tingkah laku disini ialah tingkah
laku yang dapat diamati ( berfikir dan emosi tidak menjadi perhatian dalam
pandangan ini, karena tidak dapat diamati secara langsung. Diantara keyakinan
prinsipil yang terdapat dalam pandangan ini ialah anak lahir tanpa warisan
kecerdasan, bakat, perasaan, dan warisan abstrak lainnya. Semua kecakapan
timbul setelah manusia melakukan kontak dengan lingkungan. (J.B. Watson, E.L.
Thorndike, dan B.F. Skinner)
2.Teori Belajar Kognitif
Belajar
adalah proses internal mental manusia yang tidak dapat diamati secara
langasung. Perubahan terjadi dalam kemampuan seseorang untuk bertingkah laku
dan berbuat dalam situasi tertentu, perubahan dalam tingkah lauku hanyalah
suatu refleksi dari perubahan internal dan tak dapat diukur tanpa dan
diterangkan tanpa melibatkan proses mental. (aspek-aspek yang tidak dapat
diamati seperti pengetahuan, arti, perasaan, keinginan, kreatifitas, harapan
dan pikiran)
3.Teori
Belajar Humanistik
Dalam
mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat memperhatikan tentang
dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan
menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan
menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan
dan pemaknaan.
Dalam
hal ini, James Bugental (1964) mengemukakan tentang 5 (lima) dalil utama dari
psikologi humanistik, yaitu:
ØKeberadaan
manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen,
ØManusia
memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya,
ØManusia
memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain,
ØManusia
memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan-pilihanya,
dan
ØManusia
memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas.
B. Ruang Lingkup Psikologi Belajar
Psikologi
belajar memiliki ruang lingkup yang secara garis besar dapat dibagi menjadi
tiga pokok bahasan , yaitu masalah belajar , proses belajar , dan situasi
belajar .
1.Pokok Bahasan Mengenai Belajar
ØTeori
– teori belajar
ØPrinsip
– prinsip belajar
ØHakikat
belajar
ØJenis
– jenis belajar
ØAktivitas
– aktivitas belajar
ØTeknik
belajar efektif
ØKarakteristik
perubahan hasil belajar
ØManifestasi
perilaku belajar
ØFaktor
– faktor yang mempengaruhi belajar
2.Pokok Bahasan Mengenai Proses Belajar
ØTahapan
perbuatan belajar
ØPerubahan
– perubahan jiwa yang terjadi selama belajar
ØPengaruh
pengalaman belajar terhadap perilaku individu
ØPengarauh
motivasi terahadap perilaku belajar
ØSignifikasi
perbedaan individual dalam kecepatan memproses kesan dan keterbatasan kapasitas
individu dalam belajar
ØMasalah
proses lupa dan kemampuan individu memproses perolehannya melalui transfer
belajar
3.Proses Bahasan Mengenai Situasi Belajar
ØSuasana
dan keadaan lingkungan fisik
ØSuasana
dan keadaan lingkungan non-fisik
ØSuasana
dan keadaan lingkungan sosial
ØSuasana
dan keadaan lingkungan non-sosial
C. Metode Psikologi Belajar
Ada beberapa
metode riset yang sudah lazim digunakan dalam psikologi , yaitu sebagai berikut
:
1.Metode
Eksperimen ( Eksperimen Method )
Maksud dilakukannya eksperimen dalam psikologi
adalah untuk “ mengetes “ keyakinan
atau pendapat tentang tingkah laku manusia dalam situasi atau kondisi tertentu.
Eksperimen dilakukan dengan anggapan bahwa semua situasi atau kondisi dapat
dikontrol dengan teliti yang keadaannya berbeda dari observasi yang terkontrol.
Lewat penerapan metode eksperimen banyak aspek belajar yang dapat diteliti
dengan baik. Aspek yang dimaksud antara lain keefektifan kompratif dari metode
– metode mengajar yang berbeda ( seperti metode diskusiversus metode ceramah ) untuk mempelajari keseluruhannya
.
2.Metode
Observasi.
Metode
observasi adalah metode untuk mempelajari gejala kejiwaan melalui pengamatan
dengan sengaja , teliti , dan sistematis . Observasi dibedakan menjadi dua ,
yaitu :
ØMetode Introspeksi
Metode
introspeksi adalah metode untuk mempelajari gejala – gejala kejiwaan dengan
jalan meninjau gejala – gejala jiwa sendiri secara sengaja, teliti , dan sistematis .
ØMetode Ekstrospeksi
Metode
Ekstrospeksi adalah metode untuk mempelajari gejala-gejala kejiwaan dengan
jalan mempelajari peristiwa-peristiwa jiwa orang lain dengan telitidan
sistematis.
3.Metode
Genetik ( The Genetic method)
Metode ini, juga disebut metode
perkembangan (development method ),
merupakan teknik observasi yang digunakan untuk meneliti masa pertumbuhan
mental dan fisik anak dan juga hubungannya dengan anak-anak lain dan
orang-orang dewasa, yakni perkembangan sosialny, kemudian dicatat dengan
cermat.
4.Metode
Riwayat Hidup atau Klinis
Metode riwayat hidup adalah metode
untuk menyelidiki gejala-gejala kejiwaan dengan jalan mengumpulkan riwayat
hidup sebanyak-banyaknya, baik yang ditulis sendiri maupun yang ditulis orang
lain. Dalam penyelidikan ini buku-buku harian dan kenang-kenangan besar sekali
manfaatnya.
Walaupun metode ini merupakan cara
penyelidikan yang lebih teliti dan bersifat menyeluruh, nemun terdapat pula
kelemahan-kelemahannya, antara lain tidak seluruh kejadian di masa lalu akan
tetap dapat diingat, sehingga keterangan-keterangan yang diberikan boleh jadi
tidak objektif.
5.Metode
Tes
Tes adalah suatu alat yang di
dalamnya berisi sejumlah pertanyaan yang harus dijawab atau perintah-perintah
yang harus dikerjakan, untuk mendapatkan gambaran tentang kejiwaan seseorang
atau kelompok orang.
Tes merupakan instrument riset yang
penting dalam psikologi masa sekarang. Ia digunakan untuk mengukur semua jenis
kemampuan, minat, bakat, prestasi, sikap, dan ciri kepribadian.
D. Manfaat Psikologi Pendidikan
Penyebab
utama dari kegagalan seorang guru dalam menjalankan tugas mengajar di depan
kelas adalah kedangkalan pengetahuan guru terhadap siapa anak didik dan
bagaimana cara belajarnya, sehingga setiap tindakan pembelajaran yang
diprogramkan justru lebih banyak kesalahan dari pada kebenaran dari kebijakan
yang diambil.
Psikologi
belajar adalah sebuah disiplin ilmu yang memberikan wawasan kepada guru dan
calon guru mengenai siapa anak didik dan bagaimana belajarnya. Hal-hal lain
yang berhubungan dengan aktivitas belajar anak didik, juga dibicarakan di
dalamnya. Semua itu penting untuk diketahui oleh guru dan calon guru dan besar
manfaatnya bagi kepentingan pembelajaran di sekolah tempat mengabdikan diri.
Oleh
karena itu, dalam konteks ini, ada beberapa manfaat yang dapat dipetik setelah
mempelajari psikologi belajar, sebagai berikut :
a.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan tentang
hakikat siapa anak didik dan bagaimana cara belajarnya, hakikat umum belajar
dan syarat-syaratnya yang diperoleh agar peristiwa belajar dapat berjalan
dengan baik, yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan pembelajaran.
b.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan tentang
teori-teori, prinsip-prinsip, dan ciri-ciri khas perilaku belajar individu
anak, yang dapat dimanfaatkan dalam memahami masalah belajar anak. Strategi
belajar mengajar yang diperlukan pun menjadi lebih adabtable dan jauh dari dominasi guru.
c.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan bahwa
setiap anak berbeda sebagai individu dalam belajar, yang mana dapat
dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan yang tepat dalam kegiatan belajar
mengajar sesuai potensi individu anak masing-masing.
d.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan tentang
belajar dan fakto-faktor yang mempengaruhinya, yang dapat dimanfaatkan dengan
menyediakan lingkungan belajaryang kondusif lagi kreatif dalam rangka
meningkatkan hasil belajar yang optimal.
e.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan bahwa
pembawaan merupakan potensi anak yang tersedia dan dapat diubah dengan
menyediakan lingkungan belajar yang kreatif di dalam kelas.
f.Dapat diperoleh ilmu pngetahuan tentang
berbagai masalah yang terkait dengan teori-teori, prinsip-prinsip, dan fungsi,
serta teknik motivasi belajar, yang dapat dimanfaatkan dalam rangka pemberian
motivasi kepada anak didik yang tidak atau kurang bergairah dalam belajar, sehingga
diharapkan anak didik terlibat langsung dalam belajar.
g.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan tentang
hubungan antara tingkat kematangan dengan kesiapan belajar anak, yang dapat
dimanfaatkan oleh guru dengan tidak memaksakan kehendak sendiri kepada anak
didik untuk dipaksa belajar.
h.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan tentang
kepastian belajar anak pada stadium umur tertentu, yang dapat dimanfaatkan
dalam rangka pengalokasian waktu belajar dan sebagai bahan pertimbangan sampai
sejauh mana tingkat keluasan dan kedalaman materi yang diprogramkan dalam
kurikulum, sehingga apat memperkecil tingkat kesulitan anak didik dalam
menyerap, mengolah, dan menyimpan informasi dalam memori otak.
i.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan tentang
masalah lupa dan factor-faktor penyebabnya, yang dapat dimanfaatkan dalam
rangka manajemen pembelajaran yang kondusif dengan tujuan informasi baru dapat
diserap, diolah, dan disimpan dengan baik dan tidak membuat anak didik
melupakan informasi lama yang telah tersimpan dalam memori otak.
j.Dapat diperoleh ilmu pengetahuan masalah
transfer belajar, yang dapat dimanfaatkan untuk membantu anak didik untuk
mentransfer perolehannya dalam situasi lain, sehingga penguasaan anak didik
terhadap materi pelajaran betul-betul mantapdan bermakna.
BAB
III
PENUTUP
SIMPULAN
Dari penjabaran tentang psokologi di
atas dapat disimpulkan :
1.Psikologi
belajar memiliki beberapa metode yaitu Metode Eksperimen ( Eksperimen Method ), Metode Observasi, Metode Genetik ( The Genetic method), Metode Riwayat Hidup atau Klinis, dan Metode
Tes yang memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing..
2.Karakteristik
belajar peserta didik bebrbeda – beda, namun dengan adanya pemahaman tentang
psikologi belajar serta kemampuan tenaga pendidik untuk mengaplikasikannya pada
kegiatan belajar mengajar maka akan ditemukan strategi belajar yang lebih
adaptable.
3.Psikologi
belajar lebih menekankan tingkat kematangan dan pemahaman peserta didik dalam
pembelajarannya ketimbang mengejar suatu target dengan memaksakan peserta didik
untuk berfikir jauh di atas usianya.
1.
DAFTAR
PUSTAKA
Djamarah, Syaiful
Bahri. 2011. Psikologi Belajar Edisi II. Jakarta : Rineka Cipta